14/01/14

Cara Membuat Sebuah Bootable DOS USB Drive

Langsung aja Gan nih caranya:
Blog Microsoft Indonesia, Tutorial Membuat Sebuah Bootable DOS USB Drive, DOS tidak digunakan lagi, tetapi Anda tidak akan tahu jika dari membaca instruksi yang ditulis oleh produsen untuk pembaruan BIOS, memperbarui firmware utilitas dan alat-alat lain Sistem tingkat rendah. Mereka sering akan meminta Anda untuk boot ke DOS dan jalankan utilitas.
Kami sekali diformat kami floppy disk dengan MS-DOS menggunakan utilitas format yang dibangun ke dalam Windows, tetapi kebanyakan komputer tidak punya floppy disk drive lagi. Mereka mungkin tidak bahkan memiliki optical disc drive! Menggunakan Rufus
Windows tidak akan memungkinkan Anda untuk memilih opsi "Buat MS-DOS startup disk" ketika format USB drive-itu berwarna abu-abu. Kita akan menggunakan Rufus sebaliknya. Ini adalah aplikasi cepat, ringan yang mencakup FreeDOS.
Download Rufus dan menjalankannya. Rufus tidak memerlukan instalasi-Anda akan melihat aplikasi Rufus segera setelah Anda menjalankan file .exe download.
Menciptakan sebuah bootable USB drive dengan DOS sederhana:
Hubungkan USB drive Anda ke komputer dan pilih kotak perangkat. Pastikan kotak centang "Buat bootable disk menggunakan" diaktifkan dan memastikan FreeDOS dipilih. (Rufus termasuk FreeDOS, jadi Anda tidak perlu download apa-apa lagi.) Klik tombol Start. Ini akan menghapus isi dari drive USB Anda! Membuat cadangan file penting pada USB drive pertama.
Ini harus menjadi pilihan default, sehingga Anda mungkin tidak bahkan harus mengkonfigurasi Rufus sama sekali. Proses harus sangat cepat-itu mengambil lima detik pada sistem kami. Menyalin file Anda atas
Anda mungkin telah membuat boot drive ini karena Anda memiliki program berbasis DOS untuk menjalankan, seperti utilitas pembaruan BIOS atau program tingkat rendah sistem lain. Untuk benar-benar menjalankan file-file ini dari DOS, Anda akan perlu untuk menyalinnya atas untuk drive USB Anda. Sebagai contoh, Anda mungkin memiliki BIOS.BIN dan FLASHBIOS.BAT file yang Anda butuhkan untuk menjalankan di DOS. Menyalin file ini ke direktori root dari USB drive setelah memformat itu.
Boot ke DOS
Anda sekarang dapat boot ke DOS oleh me-restart komputer Anda. Jika komputer Anda tidak secara otomatis boot dari USB drive, Anda mungkin perlu untuk mengubah urutan boot Anda atau gunakan boot menu untuk memilih perangkat yang Anda inginkan untuk boot.
Setelah Anda berada di DOS, Anda dapat menjalankan program yang Anda disalin ke drive USB Anda dengan mengetik namanya pada DOS prompt. Ikuti petunjuk apapun yang diberikan dalam produsen dokumentasi untuk menjalankan aplikasi.
Sekianlah artikel mengenai Cara Membuat Sebuah Bootable DOS USB Drive, semoga artikel ini dapat memberikan informasi yang bermanfaat untuk anda semua.

Cara Mempercepat Booting Windows 7

Waktu booting (boot-time) yang cepat tentu menjadi idaman setiap pengguna laptop/komputer. Memang, sudah menjadi hal yang alamiah bahwa seiring berjalannya waktu boot-time menjadi semakin lambat. Bila Anda pengguna Windows 7 dan merasa boot-time Windows Anda mulai lambat, jangan khawatir. Saya akan berbagi mengenai tips & trik supaya boot-time Windows Anda menjadi lebih cepat.
Sebelumnya, kita perlu mencari cara untuk menghitung boot-time secara akurat. Tentu saja kita bisa menggunakan jam tangan untuk keperluan ini, namun ada cara yang lebih akurat lagi. Pertama adalah menggunakan aplikasi yang bernama Boot Racer. Aplikasi ini memang dibuat khusus untuk menghitung boot-time Windows. Untuk lebih jelasnya perhatikan ilustrasi yang saya capture dari laptop HP saya sendiri berikut ini:
■Pertama download dulu installer-nya (dalam bentuk zip) di sini
■Setelah selesai, dobel klik file zip tersebut, kemudian dobel klik file installer didalamnya.
■Klik Next ketika muncul window Installation Wizzard.
■Pilih “I accept the license agreement”, lalu klik Next.
■Bila muncul window User Account Control (UAC), klik saja Yes.
■Setelah proses instalasi selesai, tampilan awal Boot Racer akan muncul. Klik saja di gambar.
■Klik Yes untuk restart.
■Pada saat memasuki Desktop, di sebelah kanan bawah akan muncul window kecil yang menunjukkan boot-time. Klik See why… untuk melihat detailnya.
■Time To Logon adalah waktu sejak laptop menyala (Start) sampai ke menu Logon (karena saya menggunakan password untuk masuk ke Windows 7, sehingga pada saat booting mampir dulu ke menu Logon). Time to Desktop merupakan total waktu dari mulai Start sampai Desktop siap digunakan. User Logon Waiting Time merujuk pada jumlah waktu selama berada di menu Logon (untuk mengisi password). Klik Show History untuk melihat ringkasannya.
■Di sini terlihat bahwa ada dua parameter utama yang digunakan Boot Racer, yaitu Time to Logon dan Time from Logon to Desktop.
Dari ilustrasi di atas, terlihat bahwa boot-time Windows 7 di laptop HP saya adalah 76 detik, dan mendapatkan rating Good. Waktu 6 detik untuk memasukkan password selama di menu Logon (User Logon Waiting Time), tidak dimasukkan dalam perhitungan untuk menentukan kecepatan boot-time secara keseluruhan (Time to Desktop).
Cara kedua untuk menghitung boot-time adalah dengan memeriksa Boot Time Logs melalui Windows Tools. Berikut saya tunjukkan ilustrasinya dengan menggunakan laptop HP saya sebagai contoh:
■Masuk ke Control Panel, lalu klik System and Security.
■Klik View event logs pada bagian Administrative Tools.
■Pada panel sebelah kiri, pilih ke Event Viewer -> Applications and Services Logs -> Microsoft -> Windows -> Diagnostics-Performance -> Operational. Pada panel tengah bagian atas, pilih baris dengan Event ID 100 dan Date and Time paling akhir. Lalu perhatikan nilai Boot Duration pada panel tengah bagian bawah. Inilah waktu booting (dalam mili-detik) yang terjadi pada saat booting terakhir.
Dari contoh di atas terlihat bahwa berdasarkan Boot Time Logs, boot-time laptop HP saya adalah sekitar 121 detik atau sekitar dua menit. Hal ini juga menunjukkan bahwa hasil perhitungan antara cara pertama (dengan Boot Racer) dengan cara kedua ini sangat berbeda, padahal keduanya mengacu pada booting yang sama. Hal ini wajar saja karena metode pengukuran yang digunakan memang berbeda, sebagaimana ditunjukkan oleh diagram berikut ini.
Yang perlu dipahami selanjutnya adalah bahwa sejak laptop/komputer menyala sampai ke menu Logon (Time To Logon), proses-proses yang terjadi adalah proses yang banyak berkaitan dengan hardware, seperti misalnya: memory check, boot device check, loading driver (ini terjadi pada saat animasi logo Windows 7 ditampilkan), dll. Sehingga kunci untuk menghemat waktu di sini adalah adalah dengan mengubah setting-an BIOS untuk menghilangkan pengecekan dan delay-delay yang tidak perlu. Selain itu, menghilangkan animasi logo Windows 7 juga bisa sedikit mempercepat Time To Logon ini.
Sebaliknya, sejak dari menu Logon sampai Desktop siap digunakan (Time From Logon To Desktop), proses-proses yang terjadi adalah proses yang banyak berkaitan dengan software yang ada di laptop/komputer. Banyak program-program yang kita gunakan, tanpa kita sadari, men-setting dirinya supaya dipanggil (di-load) pada saat awal masuk Windows (Startup). Semakin banyak program yang di-load saat Startup, semakin lama waktu yang dibutuhkan sebelum Desktop siap digunakan. Dengan demikian, kunci untuk menghemat waktu di sini adalah dengan mengurangi jumlah program yang di-load pada saat Startup.
Nah, sampai disini Anda tentu sudah paham mengenai seluk-beluk per-booting-an Windows, dan proses apa saja yang terjadi baik sebelum maupun sesudah Logon. Jika Anda tidak men-set password Windows 7 Anda, maka tentu saja menu Logon ini tidak akan muncul. Namun demikian proses yang terjadi tetaplah sama.
Kini tibalah saatnya saya memberikan tips & trik untuk mempercepat boot-time Windows 7. Langkah-langkah di bawah ini disertai dengan ilustrasi yang saya capture dari laptop HP milik saya sendiri pada saat menerapkannya. Di laptop/komputer Anda bisa jadi tampilannya agak sedikit berbeda, namun konsep dasarnya tetaplah sama. Berikut langkah-langkahnya:
■Tekan Windows+R untuk memunculkan Run, ketik “msconfig”, lalu tekan Enter untuk memunculkan window System Configuration.
■Pilih tab Boot, dan centang/contreng di bagian No GUI boot. Ini bertujuan untuk menghilangkan munculnya animasi logo Windows pada saat booting yang akan memberikan penghematan waktu. Kalau sudah, klik Advanced Options.
■Centang/contreng pada bagian Number of processors dan lalu pilih angka paling besar di bagian bawahnya. Jumlah angka disini bisa berbeda, tergantung jenis processor yang digunakan. Laptop saya masih menggunakan dual core karenanya angka maksimalnya cuma 2. Bila Anda menggunakan quad core, i3 core, i5 core, i7 core, tentu jumlah angkanya akan berbeda. Pastikan Anda memilih angka yang terbesar! Jika sudah klik OK untuk kembali ke window System Configuration.
■Pilih tab Startup. Di sini terlihat program-program apa saja yang di-load Windows pada saat Startup. Pastikan hanya program yang penting saja yang dipanggil. Program yang jarang digunakan atau tidak terlalu penting sebaiknya tidak perlu dicentang/dicontreng agar boot-time bisa dihemat. Jika ragu, Anda bisa memeriksa bagian Manufacturer dan Command untuk bisa lebih memastikan. Klik Apply lalu OK jika sudah selesai memilih-milih.
■Klik Restart untuk melanjutkan.
■Pada saat restart, bersiap-siaplah untuk masuk ke BIOS dengan menekan tombol untuk masuk BIOS. Tiap merek laptop/komputer biasanya mempunyai tombol BIOS yang berbeda. Di laptop HP saya, untuk masuk BIOS saya harus menekan F10.
■Setelah masuk BIOS, carilah option-option yang berkaitan dengan booting dan bisa menghemat boot-time. Tampilan tiap BIOS pasti berbeda. Di sini saya berikan contoh tampilan BIOS laptop HP saya pada bagian System Configurations -> Boot Options. Lihat bagaimana saya menaruh harddisk (Notebook Hard Drive) di urutan teratas pada Boot Order, sekaligus men-disabled option boot lainnya yang tidak penting. Segala sesuatu yang berkaitan dengan delay juga saya set menjadi nol.
■Pada beberapa BIOS, biasanya terdapat option Quick Boot Mode. Set option ini menjadi Enabled bila terdapat di BIOS Anda. Berikut ini adalah contoh ilustrasi yang saya ambil dari internet (karena di BIOS laptop HP saya tidak ada option ini).
■Setelah selesai pastikan untuk men-Save perubahan yang sudah dilakukan kemudian keluar dari BIOS. Selesai sudah langkah-langkah untuk mempercepat booting Windows, dan sekarang tinggal melihat hasilnya.
HASIL
Ilustrasi di atas pada dasarnya menggambarkan penerapan tips & trik untuk mempercepat booting Windows 7 yang sudah saya uji cobakan sendiri di laptop HP saya. Begitu keluar dari BIOS dan masuk ke Windows lagi, berikut hasil yang saya dapatkan:
Boot Racer
Dari gambar di atas terlihat bahwa boot-time saya sekarang menjadi 49 detik, yang artinya terjadi penghematan 27 detik dari sebelumnya. Rating boot speed saya pun menjadi Excellent. Sungguh luar biasa!
Boot Time Logs
Terlihat bahwa boot-time saya kini menjadi sekitar 63 detik, dari yang sebelumnya 121 detik. Jadi ada penghematan yang signifikan pula apabila dilihat dari catatan Boot Time Logs Windows 7.
Nah, Anda tentu penasaran untuk mencobanya sendiri bukan?! Silahkan dicoba tips & trik ini, dan akan lebih baik lagi jika setelah mencoba Anda memposting hasilnya di bagian komentar artikel ini. Selamat mencoba!

Penyebab Komputer BlueScreen

Blue screen dalam istilah bahasa asingnya Blue screen of death. Gejala terjadinya blue screen disebabkan oleh karena komputer tidak bisa berfungsi secara normal. Atau lebih detailnya salah satu komponen/hardware komputer sudah tidak bisa bekerja secara normal.
Terjadinya blue screen pada layar monitor bermacam-macam modelnya. Ada yang ketika kita menyalakan komputer langsung muncul blue screen , sebelum booting windows kemudian komputer restart. Ada yang ketika kita menjalankan aplikasi-aplikasi tertntu tiba-tiba blue screen muncul dan komputer langsung berhenti dengan menampakan kode pada layar monitor.
Adapun penyebabkan terjadinya blue screen kode disebabkan faktor-faktor sebagai berikut:
1. Error Ram
Blue screen yang disebabkan karena eror Ram sangat umum dan paling gampang untuk dipahami. Gejala yang ditimbulkan oleh Eror Ram biasanya pada saat kita menjalankan aplikasi yang berat komputer tiba-tiba muncul blue screen dan komputer langsung blank total. Atau pada saat kita instalasi komputer kita dengan windows yang baru, blue screen muncul sebelum instalasi selesai. Adapun kode blue screen code bisa lihat pada halaman ini.
2. Bad Sector Hard Disk Drive Blue Screen kode yang disebabka oleh karena bad sector hardisk drive ada kemiripan dengan Eror memory. Biasanya gejalanya pada sistem windows sangat lambat bila menjalankan aplikasi atau program. Disamping itu, hardisk drive akan berbunyi seperti suara mengerak yang disebabkan oleh gesekan piringan Disk dalam hardisk itu sendiri.
3. Kabel konektor pada hardisk terlalu sering membongkar pasang kabel hardisk bisa menyebabkan kualitas transfer data melalui kabel data bisa terhambat. Ini disebabkan karena kabel hardisk memiliki tingkat eror yang rawan.
4. Power Supply Eror Eror pada power suply juga bisa menyebabkan blue screen komputer.
5. Akibat Over Clocking Kebanyakan para gemer mungkin paham dengan yang satu ini. Overclock merupakan pengoptimalan dari kerja komputer standar ke kinerja yang lebih tinggi / meningkatkan performa komputer. Jika salah satu komponent tidak mendukung dengan upaya over clocking, kemungkinan salah satu komponent tidak bisa bekerja sesuai dengan hitungan matematika. Jika penyebab dikarenakan oleh over clock, maka menu bios harus kita reset/ mengembalikan setingan ke keadaan standard. hal ini akan lebih aman untuk jangka panjang komputer yang kita pakai.
6. Motherboard Eror Moterboard yang sudah tidak normal juga bisa menyebabkan komputer blue scree death. Untuk mengecek kode, anda bisa search dengan keyword "Motherboard blue screen death code" semoga membantu..

Cara Mempercepat Booting Windows XP

Windows XP meskipun sudah terbilang veteran untuk ukuran sebuah sistem operasi namun masih banyak peminatnya. Berikut ini ada beberapa trik untuk mempercepat kinerja Windows XP SP3 yang orang bilang sedikit lambat, berikut tips & triknya :
1. Matikan System restore System restore bisa bermanfaat jika komputer bermasalah, akan tetapi semua restore point yg disimpan bisa memakan ruangan yg cukup besar di harddisk. System restore membebani karena selalu memonitor sistem, dengan mendisable system restore maka sebagian resource bisa dialokasikan untuk hal yg lain. Ikuti langkah langkah di bawah:
1. Buka Control Panel
2. Klik Performance and Maintenance
3. Klik System
4. Klik System Restore tab
5. Klik ‘Turn off System Restore on All Drives’
6. Klik ‘Ok’
2. Defrag Pagefile Salah satu cara terbaik untuk melakukan ini adalah untuk menciptakan sebuah partisi yang terpisah pada hard drive hanya untuk file halaman, sehingga tidak bisa dipengaruhi oleh penggunaan disk normal. Cara lain untuk menjaga pagefile defragmented adalah dengan menjalankan PageDefrag. Aplikasi ini cukup ringan dan dapat digunakan untuk defrag pagefile dan juga dapat diatur untuk defrag pada setiap pagefile di PC,
Langkah yang harus anda lakukan yaitu :
1. Download Ultimate Defrag (bisa di search di google)
2. Running Defragment sampai selasai 100%
3. Reboot Komputer
3. Mempercepat akses Folder Jika anda memiliki banyak folder dan subdirectories, maka akses ke Direktory2 Windows XP terasa sangat berat. Dengan mengupdate time stamp di registry, yaitu last access update untuk semua sub directory. Proceed with caution. Ikuti langkah berikut :
1. Start>Run>regedit
2. HKEY_LOCAL_MACHINE\System\CurrentControlSet\Contr ol\FileSystem
3. Klik kanan di bagian yg kan (cari area yg kosong), lalu pilih ‘DWORD Value’
4. Bikin DWORD Value dengan nama ‘NtfsDisableLastAccessUpdate’
5. Klik kanan pada value baru terus pilih ‘Modify’
6. Ubah data menjadi ’1
7. Klik ‘OK’
4. Menonaktifkan Microsoft System Sounds Secara default MS sound systems membuat komputer berbunyi/bersuara ketika booting awal, shutdown, error, dll. Skenario suara windows jelas-jelas membuat komputer lebih lambat (terutama dalam waktu shutdown dan booting awal), untuk me-non-aktifkan silahkan ikuti langkah berikut:
1. Buka Control Panel
2. Klik Sounds and Audio Devices
3. Klik tab Sounds
4. Pilih “No Sounds” dari Sound Scheme
5. Klik “No”
7. Klik “Apply”
8. Klik “OK”
5. Mempercepat Waktu Boot Fitur yg lumayan asik dari Windows XP adalah kemampuan untuk mendefrag ketika ada dalam proses booting. Boot Defrag pada prinsipnya adalah menata file-file yg relevan dengan booting secara berurutan. Secara default fitur ini telah diaktifkan pada beberapa Build Windows, tapi beberapa build windows tidak, ada baiknya kalo kita cross check terhadap fitur yg satu ini.
1. Start Menu>Run
2. Regedit
3. HKEY_LOCAL_MACHINE\SOFTWARE\Microsoft\Dfrg\BootOpt imizeFunction
4. Cari Enable dibagian kanan regedit
5. Klik Modify
6. Pilih Y to enable
7. Reboot
Tambahan: Bootvis juga bisa dicoba, untuk memangkas waktu boot dengan manuver yg manis. unutk mendownloadnya silahkan Klik Disini !
6. Mempercepat Performa Swapfile Jika anda memiliki RAM lebih besar dari 256MB bisa dibilang tweaking yg ini akan membuat sistem anda berjalan lebih cepat. Tweaking ini pada dasarnya PC kita mengunakan setiap byte dari memori fisik yg terpasang di komputer kita. Langkah langkahnya:
1. Start>Run
2. msconfig.exe>ok
3. Klik tab System.ini
4. Klik tanda plus pada tab 386enh
5. Klik kotak new kemudian ketik ConservativeSwapfileUsage=1
6. Klik OK
7. Restart
7. Mempercepat Loading Windows Menu Tweak ini adalah tweaking fav saya, karena akan membuat komputer kita terasa lebih cepat. Tweaking ini membuang waktu delay ketika kita mengklik menu dan Windows XP menampakkan Menu.
1. Start>Run
2. Regedit>Ok
3. “HKEY_CURRENT_USER\Control Panel\Desktop\”
4. Pilih/Sorot MenuShowDelay
5. Klik kanan dan pilih Modify
6. Ketik angka “100". Angka 50-150 adalah kisaran yg baik, bisa disesuaikan dengan keinginan Anda.
8. Mempercepat Loading Program Tweaking ini bisa berjalan untuk sebagian besar program. Jika program tidak mau loading seperti yg diharapkan, silahkan aja dikembalikan ke setting semula.
1. Klik kanan pada icon/shortcut yg berkaitan dengan program.
2. properties
3. Pada kotak ‘target’, tambahkan ‘ /prefetch:1' diakhir kalimat.
4. Klik “Ok”
gampang kan, Program akan loading lebih cepat.
9. Mempercepat Shutdown Windows XP Tweaking ini mengurangi waktu tunggu secara otomatis ketika windows sudah menerima instruksi untuk shutdown.
1. Start>Run ‘Regedit’>OK
2. ‘HKEY_CURRENT_USER\Control Panel\Desktop\’
3. Sorot ‘WaitToKillAppTimeout’
4. Klik kanan dan pilih modify
5. Ubah value menjadi ’1000' Klik ‘OK’
6. Sorot ‘HungAppTimeout’
7. Ubah value menjadi ’1000' Klik ‘OK’
8. ‘HKEY_USERS\.DEFAULT\Control Panel\Desktop’ sorot WaitToKillAppTimeout’
9. Klik kanan dan pilih modify. Ubah value ke ’1000' Klik ‘OK’
10. ‘HKEY_LOCAL_MACHINE\System\CurrentControlSet\Contr ol\’ sorot WaitToKillServiceTimeout
11. Klik kanan dan pilih modify. Ubah value menjadi ’1000' Klik ‘OK’

07/01/14

Cara Memperbaiki Tp-Link Mr3420 Debricking

Debricking MR3420/MR3220

langkah2'a berikut ini:

1. siapkan firmware openwrt.bin atau tplink.bin lalu rubah namanya menjadi "code .bin"
2. siapkan tftp server ,anda bisa download disini
3. kemudian Instal tftp server dan Copas Firmware ke folder C:\ Program File\TFTPgui\tftproot
4. Lalu jalankan program tftp click setup dan arahkan root ke folder C:\tftproot






5. Klik Apply
6. Lalu klik "Start"
7. Siapkan kabel USB to Serial DKU-5 atau CA42


Kabel data DKU-5 dan CA-42 merupakan kabel data Handphone yang akan kita alih fungsikan
menjadi kabel serial Router MR3220/MR3420.
yang sangat penting sekali adalah membedakan RX, TX, GND dan +5V. teknik membedakan TX
dan RX sebagai berikut.
kabel DKU-5 dan CA-42 kalo di potong bagian konektor HPnya (isi 5), terdapat 4 buah kabel utama yakni  +5V, RX, TX dan GND

- GND tinggal di ukur konek dengan bodi colokan USBnya (gunakan AVO meter)
- +5V tinggal di ukur pake Voltmeter (biasanya kabel merah, tapi tidak selalu)
- TX tinggal di ukur pake volt meter ada tegangan +5V (biasanya merah ato biru tp tdk selalu)
- RX, nah khusus kalo RX tidak konek kemana2 dan tak ada tegangan.

setelah bisa membedakan TX, RX, GND dan +5V, tinggal kita uji terlebih dahulu tebakan kita. supaya jika nanti di konekkan ke router MR3420/MR3220 tidak nambah rusak.

selanjutnya teknik menguji kabel dengan putty:
- Colokan kabel ke PC lalu cek di device manager, kabel data DKU-5/CA-42 terdeteksi COMx..
- misal terdeteksi sbg COM18
- Jalankan PUTTY
- Ceklist Serial, Serial line di isi COM18, speed isi 115200 lalu klik OPEN
- Lalu hubungkan kabel pin RX dengan pin TX pada ujung kabel yg di potong
- ketik beberapa karakter di layar PUTTY, jika muncul karakter yg kita ketik, maka kabel sudah siap


catatan:
yang bahaya kalo tidak di uji adalah pin +5V dan TX sama-sama memiliki tegangan 5V. sehingga bisa tertukar. dan jika pin +5V kabel masuk RX router, nambah rusak tuh router dan yg empunya bisa nangis hehe....

selanjutnya. silahkan solder ujung kabel RX, TX dan GND ke router seperti berikut:
8. dalam keadaan layar putty siap, dan kabel telah konek PC-to-Router.  cabut kabel pwr supply  Router MR3420/MR3220 dan colok lg.

9. ketika dilayar muncul pesan "autoboot in 1 second .." anda harus secepat kilat mengetik "tpl" tanpa tanda kutip, jika benar maka akan muncul prompt "7240>". jika tidak muncul berarti anda kalah cepat sama booting router hehe.... #"masa manusia kalah sama buatan manusia"

10. ketiklah command berikut untuk flashing firmware
ar7240> erase 0x9f020000 +0x3c0000
ar7240> tftpboot 0x81000000 code.bin
ar7240> cp.b 0x81000000 0x9f020000 0x3c0000
ar7240> bootm 0x9f020000
akan otomatis reboot dan selesai deh, router kembali normal...

==============================================================

ini tampilannya:

==============================================================

...............................
Autobooting in 1 seconds
ar7240>
ar7240> erase 0x9f020000 +0x3c0000

First 0x2 last 0x3d sector size 0x10000
  61
Erased 60 sectors

ar7240> tftpboot 0x81000000 code.bin
Using eth1 device
TFTP from server 192.168.1.27; our IP address is 192.168.1.10
Filename 'code.bin'.
Load address: 0x81000000
Loading: #################################################################
         #################################################################
         #################################################################
         #################################################################
         #################################################################
         #################################################################
         #################################################################
         #################################################################
         #################################################################
         #################################################################
         #################################################################
         ######################################################
done
Bytes transferred = 3932160 (3c0000 hex)
ar7240> cp.b 0x81000000 0x9f020000 0x3c0000
Copy to Flash... write addr: 9f020000
done
ar7240> bootm 0x9f020000
## Booting image at 9f020000 ...
   Uncompressing Kernel Image ... OK
==================================================================

selamat mencoba ketika sudah yakin bisa dan jangan takut gagal.

Tips mempercepat akses internet

Langsung aja gan di coba...



1.Setting Komputer / Windows
   Masuk ke Run - "gpedit.msc" Computer
   Configuration – Administrative Templates – Network - Qos Packet Scheduler.
   Rubah Limit Outstanding Packets dari not configured menjadi enabled
   dan Bandwidth Limit = 0. Hal ini akan menghemat bandwidth
   kita 20% yaaang ...dipakai oleh Microsoft.

2. SettingTCP/IP pada "regedit"
    HKLM-system-CurrentControlSet-Services-Tcpip-parameters, dan edit value register
    pada :
    - DefaultTTL isi value 00000040
    - EnablePMTUBHDetect isi value 00000000
    - EnablePMTUDiscovery isi value 00000001
    - GlobalMaxTcpWindowSize isi value 0005ae4c
    - SackOpts isi value 00000001
    - Tcp1323Opts isi value 00000003
    - TcpWindowSize isi value 0005ae4c
    - Restart PC

3. SETTING APN SMART
    Dikarenakan sibuknya jalur yang digunakan pada #777 username dan password
    smart. Coba anda kombinasikan dialup *777# atau 222 atau *99#
    atau *31*11111#
TWEAK REGISTRY
Tweak registry dilakukan dalam registry windows Anda, caranya :
1. Pilih menu start kemudian run
2. Ketikkan regedit pada jendela dialog run






3. Carilah alamat registry ini : HKEY_LOCAL_MACHINE\SYSTEM\Current ControlSet\Services\Tcpip\ServiceProvider kemudian lakukan cara 4-7
4. Pilih DnsPriority ubah nilainya menjadi 1
5. Pilih HostsPriority ubah nilainya menjadi 1
6. Pilih LocalPriority ubah nilainya menjadi 1
7. Pilih NetbtPriority ubah nilainya menjadi 1
8. Close Registry Editor
9. Restart Komputer Anda

TWEAK FIREFOX
Tweak firefox digunakan untuk mempercepat browser Mozzila Firefox saat membuka URL yang diinginkan, akan tetapi dalam melakukannya Anda harus sangat teliti dan hati-hati. Inilah Caranya :
1. Pada Mozilla firefox ketik “about:config” (tanpa tanda petik)
2. Keluar peringatan tentang garansi browser Anda, oleh karena itu Anda harus hati-hati dalam melakukan tweaking firefox. Klik I’ll be careful, I promise!












 
3. Rubah lah nilai pengaturan atau jika belum ada buatlah sendiri dengan cara klik kanan pilih New. pilih Integer Untuk data berupa angka, pilih Boolean untuk true/false.



Untuk pengguna ADSL :
  1. Set “network.http.max-connections : 64″
  2. Set “network.http.max-connections-per-server : 21″
  3. Set “network.http.max-persistent-connections-per-server : 8″
  4. Set “network.http.pipelining : true”
  5. Set “network.http.pipelining.maxrequests : 100″
  6. Set “network.http.proxy.pipelining : true”
  7. Set “nglayout.initialpaint.delay : 0″
Untuk pengguna DSL :
  1. Set “network.http.pipelining : true”
  2. Set “network.http.proxy.pipelining : true”
  3. Set “network.http.pipelining.maxrequests : 64″
  4. Set “nglayout.initialpaint.delay : 0″
Untuk pengguna DIAL UP
  1. Set “browser.cache.disk_cache_ssl : true”
  2. Set “browser.xul.error_pages.enabled : true”
  3. Set “content.interrupt.parsing : true”
  4. Set “content.max.tokenizing.time : 3000000″
  5. Set “content.maxtextrun : 8191″
  6. Set “content.notify.backoffcount : 5″
  7. Set “content.notify.interval : 750000″
  8. Set “content.notify.ontimer : true”
  9. Set “content.switch.threshold : 750000″
  10. Set “network.http.max-connections : 32″
  11. Set “network.http.max-connections-per-server : 8″
  12. Set “network.http.max-persistent-connections-per-proxy : 8″
  13. Set “network.http.max-persistent-connections-per-server : 4″
  14. Set “network.http.pipelining : true”
  15. Set “network.http.pipelining.maxrequests : 8″
  16. Set “network.http.proxy.pipelining : true”
  17. Set “plugin.expose_full_path : true”
  18. Set “signed.applets.codebase_principal_support : true”
Demikianlah tentang Cara Mempercepat Koneksi Internet tanpa software semoga membantu Anda. Terimakasih atas kunjungan Anda, semoga menjadikan ilmu yang bermanfaat.